Susi Pudjiastuti langsung memasang target besar setelah didapuk sebagai Komisaris Utama Independen Bank BJB. Meski penetapannya masih menunggu uji kelayakan dan kepatutan dari Otoritas Jasa Keuangan, Susi mulai menyoroti pasar pinjaman online di Jawa Barat.

Susi Pudjiastuti usai RUPST Bank BJB di Bandung. (Foto: dokumentasi sumber)
Menurut Susi, Jawa Barat memiliki potensi ekonomi besar, terutama dari sektor UMKM, nelayan, petani, petambak, dan masyarakat pesisir. Potensi tersebut dinilai bisa menjadi modal penting bagi Bank BJB untuk tumbuh lebih agresif.
Ia menilai BJB dapat mengambil peran dalam menyediakan akses keuangan yang lebih sehat dan adil bagi masyarakat. Salah satu fokus yang ia soroti adalah tingginya penggunaan pinjol di Jawa Barat.
Susi berharap Bank BJB bisa mengambil sebagian pasar pinjol di Jawa Barat. Ia bahkan menyebut target awal 50 persen pengguna pinjol dapat diarahkan menjadi nasabah BJB.
“Kalau bisa diambil alih oleh Jawa Barat, 50 persen target pertama saya yakin bisa,” ujar Susi, mengacu pada pernyataan yang beredar.
Susi menilai langkah tersebut dapat membantu masyarakat mendapatkan bunga yang lebih rendah dibandingkan pinjol. Namun, ia menyadari rencana itu membutuhkan tahapan dan dukungan kebijakan.
Ia juga menekankan pentingnya menjaga integritas, termasuk menghindari potensi konflik kepentingan. Susi menyebut latar belakangnya selama ini berada di sektor perikanan, pariwisata, dan penerbangan.
Dengan posisi barunya, Susi ingin mendorong Bank BJB lebih dekat dengan sektor riil. Petani, nelayan, petambak, guru, hingga pelaku UMKM menjadi kelompok yang menurutnya perlu mendapatkan perhatian.
Rencana ini masih membutuhkan pembahasan lebih lanjut, termasuk mengenai kebijakan untuk membatasi praktik pinjol agar lembaga keuangan daerah dapat mengambil peran lebih besar.
Sumber: Lihat artikel asli