Pemerintah Kabupaten Bandung Barat menyiapkan pendampingan untuk MR, anak penyandang disabilitas asal Desa Gadobangkong, Kecamatan Ngamprah, yang viral karena kebiasaannya memakan rumput.
/data/photo/2026/04/29/69f2046515a54.jpg)
Pemerintah Bandung Barat menyiapkan pendampingan untuk anak disabilitas yang viral di media sosial. (Foto: Kompas)
Bupati Bandung Barat Jeje Ritchie Ismail mengatakan pemerintah daerah akan memberikan perhatian terhadap kondisi MR. Pendampingan yang disiapkan meliputi rehabilitasi, pemeriksaan kesehatan, hingga akses pendidikan.
Menurut Jeje, anak tersebut mengalami disabilitas mental dan tunawicara. Karena itu, penanganan tidak hanya dilakukan dari sisi sosial, tetapi juga melalui layanan kesehatan dan pendidikan.
“Nanti juga akan disekolahkan serta dilakukan rehabilitasi,” ujar Jeje, mengacu pada keterangan yang beredar.
Selain rehabilitasi, Pemkab Bandung Barat juga akan melibatkan sejumlah organisasi perangkat daerah. Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, serta Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil akan ikut memastikan kebutuhan anak tersebut terpenuhi.
Pemerintah juga akan mengecek kondisi kesehatan MR. Hal ini dilakukan karena kebiasaan memakan rumput langsung dari kebun dikhawatirkan bisa berdampak pada kesehatannya.
Jeje menjelaskan bahwa kebiasaan MR memakan rumput bukan semata karena faktor ekonomi. Menurut keterangan keluarga, kebiasaan tersebut sudah berlangsung sejak kecil dan berkaitan dengan kondisi mental yang dialaminya.
Ia juga menegaskan bahwa keluarga MR masih merawatnya di rumah dan tetap memberikan makanan seperti anggota keluarga lainnya.
Kasus ini menjadi perhatian publik setelah video MR beredar luas di media sosial. Pemerintah daerah menyebut pendampingan akan dilakukan agar kebutuhan dasar anak tersebut dapat lebih terjamin.
Sumber: Lihat artikel asli