Insiden keributan antar pendaki yang melibatkan rombongan dari Bandung dan Bogor terjadi di kawasan Puncak Gunung Lawu pada Minggu (26/4/2026). Peristiwa ini dipicu oleh perebutan spot foto di titik puncak yang menjadi lokasi favorit para pendaki.

Situasi keributan pendaki di kawasan Puncak Lawu. (Foto: dokumentasi)
Berdasarkan informasi yang dihimpun, keributan tersebut sempat terekam dalam video yang beredar di media sosial. Dalam rekaman itu terlihat sejumlah pria saling berdesakan, bahkan beberapa di antaranya tampak terjatuh dan terinjak saat situasi memanas.
Beberapa pendaki lain yang berada di lokasi berusaha melerai agar konflik tidak semakin meluas. Kondisi di lapangan sempat tegang sebelum akhirnya berhasil dikendalikan.
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Karanganyar, Yopi Eko Jati Wibowo, menjelaskan bahwa pihak yang terlibat dalam insiden tersebut merupakan peserta open trip dari Bandung dan Bogor. Perselisihan dipicu oleh keinginan untuk berfoto di titik puncak yang sama, termasuk di area plakat Puncak Lawu.
“Berdasarkan informasi dari relawan dan petugas yang bertugas di jalur pendakian, mereka berebut tempat foto di area puncak,” ujar Yopi, mengacu pada laporan yang beredar.
Setelah kejadian, pihak pengelola kawasan wisata bersama relawan langsung melakukan penanganan terhadap para pendaki yang terlibat. Mereka dipanggil untuk dimintai keterangan terkait kronologi kejadian.
Proses mediasi kemudian dilakukan di lokasi. Dari hasil tersebut, kedua belah pihak sepakat untuk menyelesaikan masalah secara damai tanpa melanjutkan konflik.
“Sudah dilakukan interogasi dan kedua pihak sudah saling memaafkan,” jelasnya.
Kejadian ini menjadi pengingat penting bagi para pendaki untuk menjaga etika selama berada di kawasan wisata alam, terutama di lokasi-lokasi populer yang sering dipadati pengunjung.
Selain menjaga keselamatan diri, sikap saling menghargai antarpendaki juga dinilai penting untuk menciptakan suasana yang kondusif di jalur pendakian maupun di titik puncak.
Sumber: Lihat artikel asli