Partai Hanura mulai memfokuskan strategi politiknya di Pulau Jawa, termasuk Jawa Barat, untuk meningkatkan perolehan suara pada Pemilu 2029. Penguatan struktur partai menjadi salah satu agenda utama yang disiapkan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/Ketua-DPD-Partai-Hanura-Jawa-Barat-Dian-Rahadian-284.jpg)
Ketua DPD Partai Hanura Jawa Barat Dian Rahadian. (Foto: dokumentasi sumber)
Ketua DPD Partai Hanura Jawa Barat, Dian Rahadian, mengatakan langkah tersebut diambil karena suara nasional sangat dipengaruhi oleh wilayah Jawa. Sementara itu, capaian Hanura selama ini dinilai lebih kuat di luar Jawa.
Menurut Dian, Hanura memiliki basis yang cukup baik di berbagai provinsi luar Jawa. Namun, jika suara di Jawa tidak maksimal, perolehan nasional akan sulit meningkat.
Karena itu, DPP Hanura akan mengonsolidasikan kekuatan di DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, hingga Yogyakarta.
Di Jawa Barat, Hanura menargetkan penguatan struktur hingga tingkat kecamatan. Dian menyebut dalam beberapa bulan, Hanura harus sudah hadir di 627 kecamatan di Jawa Barat.
Penguatan struktur tersebut menjadi prioritas sebelum partai menjalankan agenda politik lainnya. Langkah ini juga akan dibahas dalam Musyawarah Daerah Partai Hanura Jawa Barat.
Musda tersebut memiliki beberapa agenda utama, mulai dari evaluasi laporan pertanggungjawaban kepengurusan, penyusunan program kerja, pemilihan ketua DPD, hingga penyusunan strategi lima tahun ke depan.
Dian menegaskan program yang disusun harus selaras antara kebijakan pusat dan implementasi di daerah. Hal itu akan menjadi panduan kerja Hanura di Jawa Barat.
Ia juga menyebut kepengurusan baru akan diarahkan agar solid, inklusif, dan mampu merangkul berbagai potensi di Jawa Barat.
Strategi ini menjadi bagian dari upaya Hanura mengembalikan kursi di DPR RI, DPRD provinsi, dan DPRD kabupaten atau kota pada Pemilu 2029.
Sumber: Lihat artikel asli